Viralnya video Joseph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26 telah dianggap sebagai penghinaan terhadap agama. Oleh karena itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mendukung aparat melakukan penangkapan terhadapnya.

Ketua Presidium PP PMKRI Benediktus Papa mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada tempat bagi siapa pun yang suka menghujat dan mendiskreditkan agama tertentu. Benediktus meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menangkap dan mengadili.

PMKRI juga memahami bahwa video yang viral itu memuat pernyataan yang bernada menghina agama Islam meskipun di satu sisi Joseph Paul Zhang (bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono) itu juga mempertanyakan kemurnian agama Kristen.

Benediktus menegaskan apa yang telah dilakukan Joseph Paul Zhang ini adalah tindakan yang dapat merusak persatuan bangsa.

Lebih dari itu PMKRI meminta polisi siber agar memantau media sosial supaya guna mengantisipasi adanya perilakus serupa Jozeph Paul Zhang yang dilakukan orang lain.

Benediktus menyampaikan harapannya, Indonesia jangan sampai rusak karena perilaku orang-orang yang intoleran.

Viralnya Jozeph Paul Zhang bermula dari sayembara yang ia buat. Isi sayembaranya itu ialah menantang siapa pun untuk melaporkannya ke polisi karena sudah mengklaim sebagai nabi ke-26.

Pernyataan tersebut diungkapkan Jozeph Paul Zhang dalam sebuah forum diskusi via Zoom bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’. Hasil diskusi ini juga diunggah di akun YouTube pribadinya.

Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang berbicara soal ibadah puasa rekan-rekannya yang beragama Islam yang tinggal di Eropa.

Jozeph Paul Zhang kemudian membuka tema Zoom terkait ‘puasa lalim Islam’. Jozeph Paul Zhang lalu bicara soal ibadah puasa teman-teman muslimnya yang ada di Eropa. Menurutnya, teman-temannya itu melaksanakan ibadah puasa hanya di tahun pertama saja dan pada tahun-tahun berikutnya sudah tak puasa lagi.

“Ini saya dikirimi sama temen-temen dari….ini.. Yang saya bagikan lalimnya ya. Jadi kalau kita lihat sekarang di Indonesia kan kalian pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada… bukan lagi pada puasa, lagi pada duniawi, lagi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Mahatahu. Nggak, Allah lagi dikurung di Ka’bah,” katanya sambil tertawa.

Jozeph Paul Zhang megungkapakan dirinya merasa tidak nyaman dengan adanya bulan Ramadhan. Tak hanya itu, ia juga menyebut suasana menjelang hari raya Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan.

“Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. ‘Dung… dung… breng… dung… dung… breng… Sarimin pergi ke pasar… dung dung… breng… Allah bubar’. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget,” tambahnya.

Seolah menyadari dirinya bakal dianggap menistakan agama, ia malah membuat sayembara. Ia menantang orang-orang untuk melaporkannya ke polisi dengan tuduhan penistaan agama karena mengaku sebagai nabi ke-26.

Dalam video sayembara itu, ia mengatakan akan memberikan uang kepada siapa pun yang berani melaporkannya ke polisi.

Hadiah senilai Rp 1 juta itu hanya akan ia berikan jika minimal ada lima laporan polisi di polres berbeda.

PMKRI saat ini sangat berharap Jozeph Paul Zhang bisa segera ditangkap.*

Sumber: https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/citizen/pr-701795923/perhimpunan-mahasiswa-katolik-dukung-aparat-lakukan-penangkapan-terhadap-joseph-paul-zhang

Berita sebelumyaGembleng Puluhan Kader, PMKRI Cabang Jayawijaya Adakan LKK